Selamat Datang di Pusat Pelayanan Pesanan Buku plus Video CD Tutorial Menjahit LPK Intan Sruweng...

Senin, 30 Juni 2014

PENEMPATAN KERJA ITU NYATA


LPK Intan Sruweng beralamat di
Jalan Raya No.70 Sruweng
Kebumen, Jawa Tengah.

Bagi yang berminat kursus menjahit dan ingin bekerja di PT Samwon Busana Indonesia Semarang dipersilakan menghubungi alamat tersebut, atau lokasinya seperti di gambar samping kanan.

Terimakasih.












Pekerjaan apa saja...
Yang penting
HALAL dan SUKA











Senin, 13 Mei 2013

CARA MENJAHIT KUPNAT


Video cara membuat kupnat pada rok dan celana



Video cara membuat kupnat pada kebaya


Terimakasih.


Senin, 11 Februari 2013

MEMBUAT POLA JAS PRIA Bagian-2


JAS UNTUK PRIA BERTUBUH GEMUK

Langkah Ketiga: Membuat Pola Dasar Jas Pria Bertubuh Gemuk.

Keterangan:
Ukuran lingkar dada lebih kecil dibanding ukuran lingkar pinggulnya.  Bahkan bisa terjadi yang paling besar adalah lingkar pinggang atau lebih tepat lingkar perutnya…

Pada posisi garis dada:
M1-N1 = V1-U1 = seperempat lingkar badan yang terbesar (pinggul atau perut), dikurangi seperempat lingkar dada. Lho kok? Apa ngga salah? Tidak salah, karena lingkar dada pada orang gemuk biasanya lebih kecil dari lingkar perut atau lingkar pinggulnya.
E-M1 ditambah N1-L = seperempat lingkar dada plus 1 cm
L-V1 ditambah U1-S = seperempat lingkar dada minus 1 cm
E-M1 ditambah N1-V1 ditambah U1-S = setengah lingkar dada

Pada posisi garis pundak:
J-M2 ditambah N2-K sama dengan P-U2 ditambah V2-Q sama dengan lebar pundak.

Pada posisi garis pinggang dan garis pinggul:
Dibuat garis vertikal pada posisi garis pemisah antara pola depan, pola samping dan pola belakang.

Pada posisi pemisah pola:
Pemisah pola depan dengan pola samping, juga pemisah antara pola samping dan pola belakang sengaja dibuat garis-garis vertikal tanpa lengkungan, bertujuan supaya tubuh gemuk yang memakai jas tersebut bisa tampak lebih ramping.
Garis-garis vertikal pemisah pola membawa kesan tubuh pemakai tampak lebih ramping.


Langkah keempat: Membuat Krah Jas Pria Bertubuh Gemuk.

Keterangan:

Membuat krah bagian bawah:
J-K1 adalah gambaran kerung leher depan.
Hubungkan K dengan K1 dan diperpanjang keluar 7 cm sampai titik K2.
Jarak K1 dan K2 adalah 7 cm.
Tentukan titik K3 pada posisi 2 cm di kiri garis AD dan 10 cm diatas garis pinggang.
Hubungkan K2 dengan K3 dan pada garis itu tentukan titik K4.
Jarak K2 dan K4 adalah 3 cm.
Setelah K4 tertentu, tarik garis dari K4 sejajar K2-K.
Garis tersebut memotong garis AD di titik K5.
Garis yang menghubungkan titik-titik K3-K4 dan K5 adalah gambaran krah bagian bawah.

Membuat krah bagian atas:
Berawal dari titik J tarik garis keatas yang tegaklurus dengan garis JK.
Tentukan titik J1 dimana jarak J ke J1 adalah setengah dari lebar leher.
Kalau ragu dengan ukuran lebar leher, tentukan saja J ke J1 = 1/6 lingkar leher.
Dari titik J1 tarik garis yang tegaklurus dengan J1-J.
Pada garis itu tentukan titik J2 dimana jarak J1 dan J2 adalah 7 cm.
Dari titik J2 buatlah garis yang sejajar dengan J1-J sampai memotong garis AB.
Garis itu dilanjutkan menggunakan sedikit lengkung menuju titik J3.
Posisi titik J3 itu dimana?
Titik J3 terletak pada garis K2-K dan berjarak 5 cm dengan titik K5.
Jarak J3 ke K5 adalah 5 cm.


Gambar Pola Jas Pria Bertubuh Gemuk.

Keterangan

Titik K3 berjarak 2 cm disebelah kiri garis AD, tambahan lebar 2 cm ini berfungsi untuk membuat tumpukan kain di bagian depan jas untuk memasang kancing.

Titik K3 berjarak 10 cm diatas garis pinggang berfungsi untuk memasang kancing atas, sedang kancing tengah tepat pada posisi garis pinggang dan kancing bawah ditempatkan pada posisi 10 cm dibawah garis pinggang.
Jas Pria bertubuh gemuk ini dipasang kancing depan sebanyak 3 (tiga) buah.

Sambungan antara pola depan, pola samping dan pola belakang dibuat lurus vertikal keatas bertujuan supaya tubuh pemakainya tampak lebih ramping.
Pilihan kain bahan jas dengan motif bergaris vertikal akan tampak lebih ramping lagi.


CATATAN
Naskah terkait bisa di-KLIK LANGSUNG DARI SINI...
  1. MEMBUAT POLA JAS PRIA Bagian-1
  2. MEMBUAT POLA JAS PRIA Bagian-2
  3. MEMBUAT POLA JAS PRIA Bagian-3
  4. MEMBUAT POLA LENGAN JAS PRIA




Selasa, 22 Januari 2013

MEMOTONG KAIN POLA DASAR KEMEJA

Pada prinsipnya, hasil potongan kain harus rapi menurut pola pakaian yang telah dibuat.
Caranya dengan melekatkan kertas pola tersebut diatas kain yang akan dipotong dan posisi pola tidak bergeser-geser tempatnya

Ada beberapa cara yang lazim dilakukan, antara lain:
  • Melekatkan kertas pola pakaian diatas kain yang akan dipotong menggunakan jarum-jarum pentul di beberapa titik tertentu yang rawan bergeser ketika proses pengguntingan.
  • Melekatkan kertas pola pakaian diatas kain yang akan dipotong dengan menindih/ meletakkan benda kecil dan berat diatasnya, misalnya bahan dari besi atau logam lain.
  • Dan cara-cara lain untuk menjaga agar posisi kertas pola tidak bergeser ketika dilakukan proses pengguntingan kain.
Memotong kain bahan baju
Lipat kain yang akan dipotong sehingga menjadi dua lembar tumpukan kain yang saling berhadapan, bagian kain yang halus ada didalam lipatan tersebut.  Letakkan kertas pola tersebut diatas kain yang akan dipotong pada posisi yang tepat, yaitu:

Pola dasar belakang, posisi tengah lingkar leher belakang ke bawah diletakkan tepat pada garis lipatan kain, sehingga setelah dipotong dan digelar akan menjadi pola baju bagian belakang yang utuh, yaitu sisi kiri dan sisi kanan gandeng jadi satu lembaran kain pola belakang.



Pola dasar depan pada posisi tengah lingkar leher depan kebawah diletakkan di atas kain rangkap dua saling berhadapan.  Letaknya pada ujung kain lipatan kain yang terbuka, sehingga setelah dipotong akan diperoleh sepasang pola baju bagian depan, masing-masing untuk sisi kiri dan kanan. Hati-hati, jangan sampai kembar kiri semua atau kembar kanan semua, muka kain harus berhadapan.


Ketika memotong kain harus diperhitungkan tempat untuk jahitan sekitar 1 cm diluar gambar pola (ukuran pola di kain yang telah dipotong lebih besar dibanding ukuran pola yang di kertas). 
Ketika memotong kain juga harus diperhitungkan cadangan tambahan lebar untuk lipatan tepi depan, yaitu tempat untuk memasang kancing baju.


Lebih jelasnya silakan simak video tutorial cara memotong kain bahan kemeja pria berikut:


Semoga bermanfaat, terimakasih...


Senin, 19 November 2012

MUSCAB HILLSI KEBUMEN 2012

Sehubungan masa kepengurusan DPC Hillsi Kabupaten Kebumen periode 2008-2012 telah berakhir, maka Hillsi Kebumen telah menyelenggarakan Musayawarah Cabang (MUSCAB) pada hari Selasa tanggal 13 Nopember 2012 bertempat di Aula BLK Kebumen.
Muscab tersebut dihadiri oleh Kepala Disnakertransos Kabupaten Kebumen, Kepala BLK Kebumen, para Staf di lingkungan Disnakertransos dan para undangan lainnya serta dihadiri oleh seluruh anggota DPC Hillsi Kabupaten Kebumen.
Muscab Hillsi Kebumen 2012 telah berhasil memilih kepengurusan DPC Hillsi yang baru periode 2012-2016.


Berikut ini adalah video MUSCAB HILLSI KEBUMEN 2012 yang juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube intansruweng, silakan di-PLAY.

Dan untuk melengkapinya silakan disimak FOTO-FOTO DOKUMENTASI penyelenggaraan Musyawarah Cabang DPC-Hillsi Kebumen 2012 berikut ini.









Kepada Pengurus Baru DPC-HILLSI KABUPATEN KEBUMEN
diucapkan SELAMAT...
Semoga dapat membawa Visi dan Misi Hillsi,
berpegang teguh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Hillsi,
serta berpedoman kepada Program Kerja Hillsi yang telah ditentukan.

Kebumen, 14 Nopember 2012.
PANITIA PENYELENGGARA MUSYAWARAH CABANG
DPC-HILLSI KABUPATEN KEBUMEN 2012
Alamat: d/a. LPK INTAN SRUWENG
Jalan Raya Sruweng 70 - Kebumen.
HP. 087 737 621 625





Senin, 22 Oktober 2012

KOLEKSI GAMBAR BORDIR

Koleksi Pertama, silakan PLAY video berikut:


Koleksi Kedua, silakan PLAY video berikut:


Koleksi Ketiga, Keempat dan seterusnya, silakan PLAY file-file video yang tersimpan dalam VCD-MEDIA PELATIHAN BORDIR LPK Intan Sruweng. Untuk memilih gambar bordir yang tercetak di kertas, silakan buka-buka BUKU PELATIHAN BORDIR LPK Intan Sruweng, dan pilih yang disuka. Terimakasih.

CARA MEMBORDIR MANUAL

Membordir merupakan seni kerajinan tangan, yaitu membuat gambar dengan benang diatas kain menggunakan mesin jahit biasa atau mesin jahit multi-fungsi.
Kain yang akan dibordir dibentangkan pada alat yang disebut pemidangan, lalu digerak-gerakan mengikuti gambar yang sedang dibordir dengan gerakan yang harus se-irama dengan putaran mesin jahit.
Gerakan yang se-irama dengan putaran mesin jahit adalah suatu gerakan dimana ketika jarum mesin sedang naik keatas, pemidangan bebas bergerak dan ketika jarum sudah turun menembus kain, gerakan pemidangan harus berhenti. Tunggu sesaat sampai jarum mesin sudah naik keatas lagi barulah gerakan pemidangan dilanjutkan, kemudian berhenti lagi manakala jarum mesin jahit sudah turun menembus kain lagi. Demikian seterusnya, dilakukan berulang kali sampai gerakan pemidangan yang dikendalikan oleh juru bordir bisa se-irama dengan gerakan jarum pada putaran mesin jahit.

Pada awal latihan membordir biasanya masih kaku dan sering terjadi kekeliruan karena antara juru bordir dengan putaran mesin jahit belum kompak dan belum se-irama. Tetapi nanti setelah kenal dan bisa kompak se-irama dengan gerakan mesin jahit, pekerjaan membordir sungguh meng-asyikkan, dapat untuk mengisi waktu luang sambil berkarya membuat bordiran yang berkualitas. Sekarang sudah banyak mesin bordir digital yang bisa membordir otomatis, namun jangan pesimis dan tetap berlatih untuk bordir manual.

Mengapa? Kinerja mesin bordir digital dikendali penuh oleh system komputer, fungsinya serupa dengan kinerja printer, bedanya pada mesin bordir digital gambar tersebut  dicetak diatas kain menggunakan rajutan benang bordir. Perbedaan lainnya adalah, pada printer hanya berbekal 4 warna dasar yaitu merah, biru, kuning dan hitam dapat campur otomatis dan dihasilkan aneka warna baru.  Sedangkan pada mesin bordir digital, warna benang yang terpasang tidak bisa membentuk warna baru, karena benang-benang itu tetap bertahan pada warna aslinya. Perbedaan yang paling vital adalah tinta pada printer lebih halus sehingga bisa menghapus alur gerakan pada proses pencetakan menjadi rata. Sedangkan benang pada alat bordir digital adalah kasar, arah gerakan jarum pada proses pencetakan tetap terlihat sebagai alur benang yang merupakan arsiran dari gambar yang dibordir.

Sebagai ilustrasi, ada gambar wanita berambut panjang terurai jatuh kebawah. Bila gambar tersebut dicetak keatas kertas menggunakan printer, hasilnya bisa bagus seperti rambut yang jatuh kebawah, meskipun aslinya gambar tadi diarsir mendatar searah gerakan head printer yang mencetaknya.
Hal ini disebabkan karena kehalusan tinta printer, sehingga bisa tampak rata seolah diarsir sesuai arah jatuhnya rambut, meskipun aslinya arah gerakan head printer yang mencetaknya adalah arah arsiran mendatar. Beda dengan kinerja mesin jahit digital berkomputer, kalau arah gerakan jarum membuat arsiran horisontal, maka arah arsiran benang tetap horisontal, karena benangnya jauh lebih kasar dibanding tinta printer. Bila dilihat dari kejauhan, hasil bordiran memang bagus, tapi kalau dilihat dari dekat, rambut jatuh kebawah dengan arsiran mendatar tampak seperti rambut kusut...

Apa hubungannya dengan bordir manual?  Bordir manual mampu mengatur alur benang sebagai arsiran gambar yang lebih sejiwa dengan gambar yang dibordir, sehingga hasil bordiran bisa tampak lebih hidup seperti obyek aslinya.  Seandainya gambar wanita tadi dibordir secara manual, tentu arah arsiran rambut bisa sejiwa dan pas dengan arah jatuhnya rambut yang sebenarnya, dan hasil bordiran tampak lebih hidup meski dilihat dari jarak dekat. Inilah keunggulan bordir manual yang tidak bisa ditiru oleh mesin bordir digital. Mesin bordir digital adalah benda mati yang tidak bisa menjiwai gambar yang dibordir sehingga arah arsirannya tidak sejiwa dengan gambar yang dibordir dan akibatnya bordiran yang dihasilkan tampak lebih datar terkesan tidak hidup seperti aslinya.

Semoga keterangan diatas bisa menjadi motivasi yang memberi semangat bagi yang sedang latihan bordir manual, mekipun sudah banyak mesin jahit berkomputer yang mampu membordir otomatis, lebih cepat dan rapi, namun ketrampilan bordir manual tetap dibutuhkan.

Membordir manual pada dasarnya adalah ketrampilan menggerak-gerakan pemidangan yang berisi kain sehingga bisa menghasilkan gambar rajutan benang diatas kain tersebut. Gerakan pemidangan ketika membordir sangat sederhana, hanya ada 2 gerakan dasar, yaitu:

Gerakan bebas lazim disebut tusuk saji, digunakan untuk membordir kerangka gambar, pemidangan dapat digerakkan sebebas-bebasnya sesuai gambar yang sedang dibordir. Untuk melihat kinerja tusuk sudi silakan di-PLAY video berikut:


Gerakan loncat lazim disebut tusuk loncat, digunakan untuk memberi arsiran pada gambar bordiran, pemidangan harus digerakkan sejiwa dengan arsiran gambar yang sedang dibordir. Untuk melihat kinerja tusuk loncat, silakan di PLAY video berikut:


Bila jarak loncatan jarum mesin relatif pendek masih kurang dari 2 (dua) milimeter, maka disebut TUSUK LONCAT PENDEK, dan silakan di PLAY untuk melihatnya..


Bila jarak loncatan jarum mesin relatif panjang tepatnya lebih dari 2 (dua) milimeter, maka disebut TUSUK LONCAT PANJANG, dan silakan di PLAY untuk melihatnya..


Cara membordir manual yang lebih lengkap dan detail dapat dilihat pada BUKU dan VCD MEDIA PELATIHAN BORDIR yang bisa dipesan melalui HP 087 737 621 625 Terimakasih.