Keluarga LPK Intan Sruweng mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI 1435H minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir batin...

Senin, 22 Oktober 2012

CARA MEMBORDIR MANUAL

Membordir merupakan seni kerajinan tangan, yaitu membuat gambar dengan benang diatas kain menggunakan mesin jahit biasa atau mesin jahit multi-fungsi.
Kain yang akan dibordir dibentangkan pada alat yang disebut pemidangan, lalu digerak-gerakan mengikuti gambar yang sedang dibordir dengan gerakan yang harus se-irama dengan putaran mesin jahit.
Gerakan yang se-irama dengan putaran mesin jahit adalah suatu gerakan dimana ketika jarum mesin sedang naik keatas, pemidangan bebas bergerak dan ketika jarum sudah turun menembus kain, gerakan pemidangan harus berhenti. Tunggu sesaat sampai jarum mesin sudah naik keatas lagi barulah gerakan pemidangan dilanjutkan, kemudian berhenti lagi manakala jarum mesin jahit sudah turun menembus kain lagi. Demikian seterusnya, dilakukan berulang kali sampai gerakan pemidangan yang dikendalikan oleh juru bordir bisa se-irama dengan gerakan jarum pada putaran mesin jahit.

Pada awal latihan membordir biasanya masih kaku dan sering terjadi kekeliruan karena antara juru bordir dengan putaran mesin jahit belum kompak dan belum se-irama. Tetapi nanti setelah kenal dan bisa kompak se-irama dengan gerakan mesin jahit, pekerjaan membordir sungguh meng-asyikkan, dapat untuk mengisi waktu luang sambil berkarya membuat bordiran yang berkualitas. Sekarang sudah banyak mesin bordir digital yang bisa membordir otomatis, namun jangan pesimis dan tetap berlatih untuk bordir manual.

Mengapa? Kinerja mesin bordir digital dikendali penuh oleh system komputer, fungsinya serupa dengan kinerja printer, bedanya pada mesin bordir digital gambar tersebut  dicetak diatas kain menggunakan rajutan benang bordir. Perbedaan lainnya adalah, pada printer hanya berbekal 4 warna dasar yaitu merah, biru, kuning dan hitam dapat campur otomatis dan dihasilkan aneka warna baru.  Sedangkan pada mesin bordir digital, warna benang yang terpasang tidak bisa membentuk warna baru, karena benang-benang itu tetap bertahan pada warna aslinya. Perbedaan yang paling vital adalah tinta pada printer lebih halus sehingga bisa menghapus alur gerakan pada proses pencetakan menjadi rata. Sedangkan benang pada alat bordir digital adalah kasar, arah gerakan jarum pada proses pencetakan tetap terlihat sebagai alur benang yang merupakan arsiran dari gambar yang dibordir.

Sebagai ilustrasi, ada gambar wanita berambut panjang terurai jatuh kebawah. Bila gambar tersebut dicetak keatas kertas menggunakan printer, hasilnya bisa bagus seperti rambut yang jatuh kebawah, meskipun aslinya gambar tadi diarsir mendatar searah gerakan head printer yang mencetaknya.
Hal ini disebabkan karena kehalusan tinta printer, sehingga bisa tampak rata seolah diarsir sesuai arah jatuhnya rambut, meskipun aslinya arah gerakan head printer yang mencetaknya adalah arah arsiran mendatar. Beda dengan kinerja mesin jahit digital berkomputer, kalau arah gerakan jarum membuat arsiran horisontal, maka arah arsiran benang tetap horisontal, karena benangnya jauh lebih kasar dibanding tinta printer. Bila dilihat dari kejauhan, hasil bordiran memang bagus, tapi kalau dilihat dari dekat, rambut jatuh kebawah dengan arsiran mendatar tampak seperti rambut kusut...

Apa hubungannya dengan bordir manual?  Bordir manual mampu mengatur alur benang sebagai arsiran gambar yang lebih sejiwa dengan gambar yang dibordir, sehingga hasil bordiran bisa tampak lebih hidup seperti obyek aslinya.  Seandainya gambar wanita tadi dibordir secara manual, tentu arah arsiran rambut bisa sejiwa dan pas dengan arah jatuhnya rambut yang sebenarnya, dan hasil bordiran tampak lebih hidup meski dilihat dari jarak dekat. Inilah keunggulan bordir manual yang tidak bisa ditiru oleh mesin bordir digital. Mesin bordir digital adalah benda mati yang tidak bisa menjiwai gambar yang dibordir sehingga arah arsirannya tidak sejiwa dengan gambar yang dibordir dan akibatnya bordiran yang dihasilkan tampak lebih datar terkesan tidak hidup seperti aslinya.

Semoga keterangan diatas bisa menjadi motivasi yang memberi semangat bagi yang sedang latihan bordir manual, mekipun sudah banyak mesin jahit berkomputer yang mampu membordir otomatis, lebih cepat dan rapi, namun ketrampilan bordir manual tetap dibutuhkan.

Membordir manual pada dasarnya adalah ketrampilan menggerak-gerakan pemidangan yang berisi kain sehingga bisa menghasilkan gambar rajutan benang diatas kain tersebut. Gerakan pemidangan ketika membordir sangat sederhana, hanya ada 2 gerakan dasar, yaitu:

Gerakan bebas lazim disebut tusuk saji, digunakan untuk membordir kerangka gambar, pemidangan dapat digerakkan sebebas-bebasnya sesuai gambar yang sedang dibordir. Untuk melihat kinerja tusuk sudi silakan di-PLAY video berikut:

video

Gerakan loncat lazim disebut tusuk loncat, digunakan untuk memberi arsiran pada gambar bordiran, pemidangan harus digerakkan sejiwa dengan arsiran gambar yang sedang dibordir. Untuk melihat kinerja tusuk loncat, silakan di PLAY video berikut:

video

Bila jarak loncatan jarum mesin relatif pendek masih kurang dari 2 (dua) milimeter, maka disebut TUSUK LONCAT PENDEK, dan silakan di PLAY untuk melihatnya..

video

Bila jarak loncatan jarum mesin relatif panjang tepatnya lebih dari 2 (dua) milimeter, maka disebut TUSUK LONCAT PANJANG, dan silakan di PLAY untuk melihatnya..

video

Cara membordir manual yang lebih lengkap dan detail dapat dilihat pada BUKU dan VCD MEDIA PELATIHAN BORDIR yang bisa dipesan melalui HP 087 737 621 625 Terimakasih.


4 komentar:

  1. pak berapa kira2 Harga mesin bordir yang digital sama yang manual dari yang pling murah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih tepat cari info ke toko yang menjual mesin jahit dan bordir ya...
      Kan ada banyak merk dan typenya yang beda-beda...
      Maaf kalo balasan kurang pas... makasih.

      Hapus
  2. Pd menjahit normal kita jngn menarik bahan karena jarum bisa patah. Sdgkn kegiatan bordir itu kan menggerak2an bahan, bagaimana menghindari jarum patah. Sering juga bordir jalan namun benang putus, apakah motor/dinamonya ditekan terlalu dlm(cepat). Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jarum bisa patah bila ketarik bahan dengan gerakan kuat. Gerakan bordir itu lemah, dan otomatis baru bisa gerak ketika jarum naik tidak menyentuk kain, dan ketika jarum tembus kain si pembordir tidak akan menarik kain. Ketika membuat jahitan berkerut menggunakan elastik perlu menjahit sambil menarik elastik, tapi tidak membuat jarum patah karena kedua ujung kain dan elastik sama-sama ditahan sehingga tidak ada beban tarikan pada jarum, aman dan tidak membuat jarum patah.
      Ketika membordir sebaiknya kecepatan dinamo disesuaikan dengan ketrampilan si pembordir. Makasih.

      Hapus