Jumat, 19 Oktober 2012

MENYIAPKAN MESIN JAHIT UNTUK MEMBORDIR MANUAL


Mesin jahit biasa dan mesin jahit multi fungsi dapat digunakan untuk membordir, tetapi sebelumnya harus dipersiapkan hal-hal sebagai berikut: 

1. Sepatu mesin jahit harus dilepas


Tujuannya adalah supaya tidak mengganggu gerakan kain yang sedang dibordir dan juga tidak mengganggu pandangan mata sehingga orang yang sedang membordir dapat memperhitungkan dimana posisi jarum akan jatuh menembus kain yang sedang dibordir.
Cara melepaskannya putar ke kiri sekerup pemegang sepatu mesin sampai terlepas, lalu lepas juga sepatunya. Sekerup dan sepatu disimpan dengan baik supaya tidak hilang tercecer.

2. Pengatur jarak jahitan diatur pada posisi nol, tidak maju dan tidak mundur

Tujuannya adalah supaya jalan putaran mesin jahit lebih ringan karena tidak ada beban untuk memajukan dan memundurkan kain, dan posisi mekanik mesin pada posisi netral tanpa beban alat penggerak kain.
Setiap mesin jahit memiliki tombol pengatur jarak jahitan, hanya saja letaknya yang dapat berbeda tergantung merk dan tipe mesin jahit yang digunakan. Setelah diatur pada posisi nol, selanjutnya dikunci dengan mengencangkan sekrup penguncinya.

3. Gigi penggerak kain harus diturunkan
Tujuannya adalah supaya gerakan kain yang sedang dibordir tidak terganggu oleh sundulan-sundulan gigi penggerak dari bawah kain tersebut.
Pada mesin jahit yang dilengkapai tombol pengatur naik-turun gigi penggerak kain, maka tombol tersebut dapat diatur pada posisi paling turun dibawah.

Pada mesin jahit yang tidak ada tombol pengatur naik turunnya gigi penggerak kain maka perlu diatur mekaniknya menggunakan obeng dan kunci pas atau tang, agar gerakan gigi penggerak kain tersebut berada pada posisi diturunkan kebawah.
Atau dengan cara lain, pada mesin jahit yang tidak memiliki tombol pengatur naik turun gigi penggerak kain, ketika digunakan untuk membordir, bisa dipasang alat yang dinamakan PLAT BORDIR.

d.      4. Mengatur ketegangan benang.

Pengatur ketegangan benang atas, harus diputar agar ketegangannya lebih kendor sehingga benang bisa berjalan lebih ringan.  Tetapi harus sambil diperhatikan, supaya hasil bordiran bisa baik, rata dan pas.  Bila ketegangan benang terlalu tinggi, benang akan berjalan lebih berat dan akibatnya kain hasil bordiran berkerut-kerut tidak rata. Sebaliknya bila ketegangan benang terlalu kendur, hasil bordirannya menjadi tidak kenceng, tidak rapi dan mudah rusak lepas benangnya.

Bila hasil bordiran sudah cukup kenceng dan kain juga sudah tidak berkerut, tetapi benang bawah naik sampai muncul diatas permukaan kain yang sedang dibordir, maka cara mengatasinya adalah menaikkan ketegangan benang yang ada di bawah.
Ambil sekoci yang berisi spul benang bawah, dan periksalah putaran spul bila benang ditarik. Ketika dipakai untuk menjahit, kedudukan lilitan benang akan berputar berlawanan arah jarum-jam bila benang ditarik, dan tarikan terasa lebih ringan.

Ketika untuk membordir, kedudukan lilitan benang harus dibalik dan akan berputar searah jarum-jam bila benang ditarik, dan tarikan terasa lebih berat.
Bila kedudukan spul sudah terpasang benar pada sekoci mesin tetapi benang bawah masih tetap naik keatas kain yang sedang dibordir, maka jalan keluarnya adalah mengencangkan alur benang bawah dengan cara memutar mur (sekrup) pada skoci menggunakan obeng kecil, diatur sampai pada kondisi yang paling baik dan pas.

e.       5. Mengatur Jarum dan Benang.

Ukuran jarum mesin yang dipakai untuk membordir adalah jarum ukuran kecil, yaitu antara 9 atau 11, supaya lebih serasi dengan kehalusan benang bordir yang digunakan. Ketika membordir benang yang digunakan adalah jenis benang bordir yang warna-warni, dan ukurannya lebih halus dibanding benang yang digunakan untuk menjahit.

1 komentar:

  1. Terima kasih pengajarannya. Aku suka sekali membacanya.

    BalasHapus